Home » , » Membangun Kekuatan Hati dengan Tazkiyatul Nafs

Membangun Kekuatan Hati dengan Tazkiyatul Nafs

Posted by M. Jamil, S.H. on Senin, 08 Februari 2010

Gambar faysa7330.blogspot.com.
Tazkiyah, secara bahasa (harfiah) berarti tathahur, maksudnya bersuci. Seperti yang terkandung dalam kata zakat, yang memiliki makna mengeluarkan sedekah berupa harta yang berarti tazkiyah (pensucian). Karena dengan mengeluarkan zakat, seseorang berarti telah menyucikan hartanya dari hak Allah yang wajib ia tunaikan.

Biasanya umat Islam mampu melakukan penyucian jasmani setiap hari namun untuk melakukan gagal untuk mensucikan rohaniah dan jiwa dalam tempo waktu yang ditentukan, sebagai seorang muslim pembersihan jiwa adalah penting dalam kehidupam sehari-hari karena kita selaku hamba-Nya yang lemah acapkali melakukan kekhilafan dan maksiat, maka dengan ini menjadilah seorang mukmin yang lebih baik dan seterus mengamalkan ‘amal makruf wa nahi mungkar’. Bagi seorang Muslim harus menggapai tazkiyatul nafs dari serangkaian ibadah yang dikerjakan. Artinya, ibadah yang kita lakukan tidak hanya penggerak fisik yang kosong semata dari ruh keimanan dan taqarruh kepada Allah SWT.

Tazkiyatul nafs merupakan hal yang sangat penting yang dilakukan oleh Rasulullah SAW. Sudah sepatutnya kita amalkan apa yang disampaikan olehnya untuk membentuk satu jiwa yang tenang. Salah satu yang utama diutusnya Muhammad Shallallahu alaihi wa salam untuk membimbing umat manusia dalam rangka membentuk jiwa yang suci .


Firman Allah yang artinya::


Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul dari golongan mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka mensucikan mereka dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan Hikmah. Dan sesungguhnya mereka sebelumnya dalam kesesatan yang nyata”. (QS. Al-Jum’ah: 2)

Maka dengan ini seorang hamba mengharapkan keridhaan Allah dan kebahagiaan abadi di Hari akhir marilah benar-benar memberi perhatian khusu pada tazkiyatul nafs (penyucian jiwa. Sewalaupun juga seorang hamba tetap melakukan kesalahan yang menjurus kepada syirik, dengki, dendam, iri, dan sebagainya. Namu hal yang lebih penting dilakukan seorang mukmin dengan membersih, bertauhid, ikhlas, sabar, ridha, zuhud, puasa, zakat dan sebagainya. Hal yang lain dijumpai dalam Qurban, di situ tiada lain hanya keihlasan/ketakwaan yang dicacat Allah, bukan pada daging dan darah.

Keberhasilan seorang hamba sangan ditentukan seberapa jauh men-tazkiyah dirinya untuk membentuk jiwa dengan kesuksesan hidup. Hal lain diperkuat oleh Allah subhanahu wa ta’ala dengan sumpah sebelas kali berturut-turut, tapi tidak dalam satu ayat kecuali kita teliti dalam keseluruhan surat. Al-Qur’an (surat Asy-Syams: 1-10).

Dalam ayat yang disebut bahwa nantinya harta dan anak tidak bermanfaat di akhirat. Tetapi yang bisa memberi manfaat adalah orang yang menghadap Allah dengan Qalbul Salim, yaitu hati yang bersih dan suci.

Allah berfirman, yang artinya:

Yaitu di hari harta dan anak laki-laki tidak berguna kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih" (Asy-Syu’araa, 88-89).

Secara umum manusia ketika bisa melakukan/memprakekan yang mengarah pada dua kecenderungan yaitu, membersihkan jiwa dari sifat-sifat tercela, membuang seluruh penyakit hati, dan menghiasi jiwa dengan sifat-sifat terpuji.

Sebauah gambaran singkat tentang Tazkiyatul nafs tiada lain hanya untuk mebersihkan jiwa dari hati menjadi suci, bahkan ada beberapa cara yang dilakukan seorang hamba untuk mendekatkan diri kepada Allah antara lain. Pertama: ‘Jihad dengan tadribah (latihan)’, dalam setiap latihan, sertakan dengan jihad dan kesungguhan antar cara yang boleh dilakukan sebagai permulaan adalah dengan memaksa diri untuk berubah. Namun disini selakuk hamba ini adalah sebuah proses untuk merubah diri kearah yang lebih baik hanya dengan niat lillahi ta’ala dengan tidak membanggakan diri (riya) ujub, dan takabur bahkan menjauhkn hidup berkelompok dalam masyarakat.

Kedua: menempuh jalan yang berlainan dengan keinginan nafsu dan jiwa, ini merupakan antara jihad terbesar seorang mukmin terhdap perlawanan nafsu yang membawa kita kedalam jurang (neraka), memang manusia dikaruniakan akal dan nafsu dalam kehidupan namun ada kalanya nafsu itu membawa kepada kebaikan dan juga membawa kepada kemurkaan Allah SWT. Seperti, kata Iman Al-Ghazali dalam al-ihya ulumudhi, tiga kategori manusia antara lain:
a. Nafsu Amarah: nafsu biasanya menonjol kepada nafsu yang slalu kepada keburukan dan susah dikendalikan dari diri manusia.
b. Nafsu Lauwamah: punya pertentangan antar perkara yang baik dan buruk (keji).
c. Nafsu Mutmainnah: rasa untuk untuk menjauhkan diri dari nafsu yang mengajak kepad keburukan sehingga menghasilkan manusia menuju jiwa yang tenang.

Ketiga: Jihad dan pengorbana, jihan sering kali hamba dikaitkan dengan pengorbanan. Tentu pengorbana yang biasa dilakukan seorang hamba dengan jiwa dan hartanya, baik untuk mempertahankan agama dan Negara. Allah berfirman, yang artinya:
Dan sungguh akan kami selamatkan orang yang paling bertakwadan jauh dari neraka, yaitu orang yang memberikan hartanya karena ingin mensucikan dirinya.” (Q.S Al- lail : 17-18).

Keempat: Yakin dengan pertolongan Allah, setiap mukmim perlu meyakini dengan pertolongan Allah. Munaja dan panjatkan do’a kepadanya dengan penuh harapan dengan usaha dan tawakkal. Tawakkal adalah yang sangat penting untuk dijalankan. Bahwa Allah sangat dekat dengan kita.  

Kelima: Dampingi Orang Saleh, dengan mendampingi insane-insa seperti ini. Kita bias tenang bias membangun jiwa yang tenang untuk mensucikan hati, untuk terus mendidik supaya ada kesabaran dengan menguatkan jiwa dari nafsu-nafsu yang tidak diinginkan. Mempunyai majelis-majelis ilmu terdapat tazkirah dan ilmu pengetahuan yang merangkumi berbagai aspek kegidupan seorang muslim. Bahkan Allah berjanji terhadap orang-orang pergi ke majlis-majlis ilmu Agama, antara sebagai dari hadist rasulullah s.aw, “barangsiapa yang keluar kejalan Allah, maka dipermudahkan kepadanya jalan kesurga.

Catatan:
Tulisan ini diambil dari Majalah FIMNY.

SHARE :
CB Blogger

Posting Komentar

 
Copyright © 2015 M. Jamil, S.H.. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by www.phylopop.com