Home » » DPC Permahi Kupas Kasus Pertanahan di DIY

DPC Permahi Kupas Kasus Pertanahan di DIY

Posted by M. Jamil, S.H. on Kamis, 24 Juli 2014

Yogyakarta, kompi.org – Hukum se Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang tergabung dalam Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (DPC Permahi) Yogyakarta bekerjasama dengan Dewan Mahasiswa Justicia Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM), menggelar diskusi bertajuk “Mengupas Tuntas Kasus Pertanahan di Daerah Istimewa Yogyakarta”.

Diskusi ini digelar pada Selasa (11/3/2014) ini menghadirkan Dr. Djoko Sukisno, S.H., C.N. (dosen Fakultas Hukum UGM) dan Hasrul Buamona, S.H. (Advokat dan alumni DPC Permahi Yogyakarta) sebagai narasumber. Diskusi dimoderatori M. Jamil, ketua II Bagian Eksternal DPC Permahi Yogyakarta.

Hasrul Buamona, salah satu narasumber dalam diskusi yang diikuti sekitar 70 peserta itu, memaparkan beberapa persoalan pertanahan (agraria) yang terjadi di Yogyakarta. Beberapa kasus itu, antara lain masalah tambang pasir besi di Kulonprogo, bagaimana kedudukan Panitikismo setelah adanya Badan Pertanahan dan Tata Ruang, serta adanya arah menuju feodalisme modern lewat aturan yuridis formal.

"Status tanah yang statusnya pinjam pakai, akan menjadi konflik, karena sewaktu-waktu bisa diambil kembali oleh pihak Keraton atau Pakualaman," tegas Hasrul Buamona di depan peserta diskusi.

DPC Permahi Yogyakarta sendiri menggelar diskusi ini, dengan pertimbangan seringnya terjadi sengketa lahan dan konflik di masyarakat Yogyakarta. Sebagaimana dijelaskan dalam Term of Refference (TOR), tanah/lahan merupakan amanat reformasi di bidang agraria.

Namun, persoalan tanah di Yogyakarta cukup unik, karena status tanah DIY terbagi dalam beberapa kategori, yakni Sultan Ground (SG) yang dimiliki Hamengku Buwono maupun Pakualaman, tanah Hak Milik (HM), tanah magersari (yang dipinjamkan untuk hunian atau usaha dengan bukti kekancingan atau HGU, dan tanah telantar. 


Sumber:

SHARE :
CB Blogger

Posting Komentar

 
Copyright © 2015 M. Jamil, S.H.. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by www.phylopop.com