Follow Me

Google+ Followers

Like Fun Page

Pengikut

Total Tayangan Halaman

Translate

Kelas C MKN UGM Angkatan 2015 Raih Juara 3 Volley Putra dalam PORSNOT 2015

Piagam Penghargaan Juara 3 Volley Putra.
Yogyakarta, PewartaNews.com – Kelas C Magister Kenotariatan Universitas Gadjah Mada (MKN UGM) Yogyakarta angkatan 2015 meraih “Juara 3 Volley Putra” pada perayaan Pekan Olahraga dan Seni Notariat (PORSNOT) 2015 Keluarga Mahasiswa Notariat (KMN) Universitas Gadjah Mada yang diselenggarakan pada awal Oktober 2015.

Banyak perlombaan yang diperebutkan pada Pekan Olahraga dan Seni Notariat (PORSNOT) 2015 Keluarga Mahasiswa Notariat (KMN) Universitas Gadjah Mada yang diselenggarakan pada awal Oktober 2015 lalu, salahsatu diantaranya adalah Volley Putra, dan pada ending akhirnya Tim dari Kelas C yang telah meraih juara 3. Dari seluruh perlombaan yang diikuti, Kelas C mengantongi 7 kejuaraan.

Tropy penghargaan diserahkan pada puncak perayaan PORSNOT 2015 yang dikemas dalam satu bingkai keakraban yang dinamakan “PROMNIGHT KMN 2015” yang diselenggarakan pada 17 Oktober 2015 malam hari di University Club Universitas Gadjah Mada.

“Piagam Penghargaan diberikan kepada Kelas C 2015 sebagai Juara 3 Volley Putra,” seperti yang termuat dalam Piagam Penghargaan yang diterima oleh Kelas C 2015 pada 17 Oktober 2015 malam hari.

“Selamat kepada Tim Kelas C Magister Kenotariatan Universitas Gadjah Mada (MKN UGM) Yogyakarta angkatan 2015 yang telah meraih Juara 3 Volley Putra pada perayaan Pekan Olahraga dan Seni Notariat (PORSNOT) 2015 yang diselenggarakan KMN UGM, semoga sukses selalu menorehkan prestasi-prestasi.” ungkap M. Jamil, S.H. salahsatu mahasiswa Kelas C Magister Kenotariatan Universitas Gadjah Mada (MKN UGM) Yogyakarta angkatan 2015 pada PewartaNews.com 18 Agustus 2015 di Yogyakarta. [MJ / PewartaNews]

Kelas C MKN UGM Angkatan 2015 Raih Juara 3 Volley Putri dalam PORSNOT 2015

Piagam Penghargaan juara 3 Folley Putri.
Yogyakarta, PewartaNews.com – Kelas C Magister Kenotariatan Universitas Gadjah Mada (MKN UGM) Yogyakarta angkatan 2015 meraih “Juara 3 Volley Putri” pada perayaan Pekan Olahraga dan Seni Notariat (PORSNOT) 2015 Keluarga Mahasiswa Notariat (KMN) Universitas Gadjah Mada yang diselenggarakan pada awal Oktober 2015.

Banyak perlombaan yang diperebutkan pada Pekan Olahraga dan Seni Notariat (PORSNOT) 2015 Keluarga Mahasiswa Notariat (KMN) Universitas Gadjah Mada yang diselenggarakan pada awal Oktober 2015 lalu, salahsatu diantaranya adalah Volley Putri, dan pada ending akhirnya Tim dari Kelas C yang telah meraih juara 3.

Tropy penghargaan diserahkan pada puncak perayaan PORSNOT 2015 yang dikemas dalam satu bingkai keakraban yang dinamakan “PROMNIGHTKMN 2015” yang diselenggarakan pada 17 Oktober 2015 malam hari di University Club Universitas Gadjah Mada.

“Piagam Penghargaan diberikan kepada Kelas C 2015 sebagai Juara 3 Volley Putri,” seperti yang termuat dalam Piagam Penghargaan yang diterima oleh Kelas C 2015 pada 17 Oktober 2015 malam hari.

“Selamat kepada Tim Kelas C Magister Kenotariatan Universitas Gadjah Mada (MKN UGM) Yogyakarta angkatan 2015 yang telah meraih Juara 3 Volley Putri pada perayaan Pekan Olahraga dan Seni Notariat (PORSNOT) 2015 yang diselenggarakan KMN UGM,” ungkap M. Jamil, S.H. salahsatu mahasiswa Kelas C Magister Kenotariatan Universitas Gadjah Mada (MKN UGM) Yogyakarta angkatan 2015 pada PewartaNews.com 18 Agustus 2015 di Yogyakarta. [MJ / PewartaNews]

Saefudin Terpilih Jadi Ketua PC GP Ansor Kota Yogyakarta di PP Hidayatul Mubtadiin

Yogyakarta, PewartaNews.com – Salahsatu Badan Otonomi Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Yogyakarta yakni Pengurus Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PC GP Ansor) Kota Yogyakarta selenggaran Konferensi Cabang untuk memilih Ketua baru pada hari Minggu, 18 Oktober 2015 di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin, Kotagede Yogyakarta.

K.H. Ahmad Yubaidi, S.H., M.H., C.N. selaku Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Yogyakarta mengatakan bahwasannya masa bakti pengurus Gerakan Pemuda Ansor (PC GP Ansor) Kota Yogyakarta sudah berakhir sejak 2013 silam, maka perlu adanya pergantian pengurus agar tertata kembali kepengurusannya. Oleh karenanya, pada Konferensi Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PC GP Ansor) Kota Yogyakarta pada hari Minggu, 18 Oktober 2015 terpilihlah Saefudin sebagai ketua GP Ansor yang baru. “Pengurus GP Ansor Kota Yogyakarta telah habis masa bhakti sejak 2013. Karena pentingnya kepengurusan yang legitimate maka PC GP Ansor didorong untuk segera terbentuk Pengurus GP Ansor yang legitimate. Alhamdulillah sudah terpilih ketua GP Ansor Kota Yogyakarta yang baru yakni saudara Saefudin,” beber K.H. Ahmad Yubaidi, S.H., M.H., C.N. pada PewartaNews.com beberapa saat setelah terpilihnya ketua baru GP Ansor Kota Yogyakarta.

“Saya Ucapkan Selamat dan sukses atas terpilihnya Saefudin sebagai ketua baru GP Ansor Kota Yogyakarta yang baru, semoga amanah ini dapat diemban dengan baik dan mendapatkan kemudahan dalam menjalankan roda organisasi GP Ansor Kota Yogyakarta,” ucap M. Jamil, S.H. selaku Pengurus Cabang Lembaga Amil Zakat Infa dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (PC LAZISNU) Kota Yogyakarta divisi Publikasi dan kerjasama Lembaga pada PewartaNews.com pada 18 Oktober 2015. [MJ / PewartaNews]

Tim Padus Kelas C MKN UGM 2015 Terima Job Pertama Satu Hari Setelah Kantongi Juara 2 Paduan Suara

Tim Paduan Suara Kelas C MKN UGM 2015.
Yogyakarta, PewartaNews.com – Kelas C Magister Kenotariatan Universitas Gadjah Mada (MKN UGM) Yogyakarta angkatan 2015 belum lama mengantongi “Juara 2 Paduan Suara” pada PORSNOT 2015 KMN UGM sudah mendapat Job Pertama untuk tampil dalam acara wisuda Magister Kenotariatan di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

Pada saat usai diskusi ringan sore tadi (19-10-2015) beberapa mahasiswa Kelas C Magister Kenotariatan Universitas Gadjah Mada (MKN UGM) Yogyakarta didatangi oleh salahsatu pengurus Keluarga Mahasiswa Notariat (KMN) Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta yakni saudari Memey Rheni Megawati, lalu mengungkapkan bahwasannya kelas C MKN UGM 2015 dipercayakan untuk tampil dalam acara wisuda Magister Kenotariatan di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta yang diselenggarakan pada 20 Oktober 2015 di Gedung 1 Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. “besok kalian kelas C MKN UGM 2015 tampil yach di wisuda MKN, nanti sore kita latihan di depan sekretariat KMN UGM lantai 2,” saudari Deviani Pujiastuti Pangulu, S.H. memberitahukan pada koordinator Paduan Suara Kelas C MKN UGM 2015.

Mendengar tawaran tampil di acara wisuda Magister Kenotariatan di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, lalu Rizky Anlafater selaku koordinator Paduan Suara Kelas C MKN UGM 2015 menanggapi baik dan menyanggupinya. “Oke mbak, nanti saya akan koordinasikan pada yang lainnya,” ucap Rizky Anlafater selaku Koordinator Paduan Suara Kelas C MKN UGM angkatan 2015 pada 19 Agustus 2015 sore hari.

Setelah Tim Paduan Suara Kelas C Magister Kenotariatan Universitas Gadjah Mada (MKN UGM) Yogyakarta menyanggupi job tersebut, tadi sore (19-10-2015) sekitar pukul 15.00, melakukan latihan paduan suara di depan depan sekretariat Keluarga Mahasiswa Notariat (KMN) Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta yang berada di lantai 2.

Lagu yang akan dinyanyikan Tim Paduan suara pada Wisuda Magister Kenotariatan di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta yang diselenggarakan pada 20 Oktober 2015 adalah “Himne Gadjah Mada dan lagu wajib Indonesia Raya”.

“Suatu kebanggaan sendiri bagi Tim Paduan suara Kelas C MKN UGM 2015, karena baru 1 hari mengantongi juara sudah mendapatkan kepercayaan tuk tampil dalam wisuda,” ungkap M. Jamil, S.H. salahsatu mahasiswa yang tergabung dalam Tim Paduan Suara Kelas C Magister Kenotariatan Universitas Gadjah Mada (MKN UGM) Yogyakarta angkatan 2015 pada PewartaNews.com 19 Agustus 2015 di Yogyakarta.

Selain itu, salahsatu mahasiswa yang lebih dewasa dalam kelas C Magister Kenotariatan Universitas Gadjah Mada (MKN UGM) Yogyakarta angkatan 2015 juga ikut  bangga atas prestasi yang diraih oleh tim paduan suara kelas C. “Aku Bangga bangat sama paduan suara kelas C,” komentar Archi Bela pada 19 Oktober 2015. [MJ / PewartaNews]

Kelas C MKN UGM Angkatan 2015 Raih Juara 2 Paduan Suara dalam PORSNOT 2015

Piagam Penghargaan Juara 2 Paduan Suara.
Yogyakarta, PewartaNews.com – Kelas C Magister Kenotariatan Universitas Gadjah Mada (MKN UGM) Yogyakarta angkatan 2015 meraih “Juara 2 Paduan Suara” pada perayaan Pekan Olahraga dan Seni Notariat (PORSNOT) 2015 Keluarga Mahasiswa Notariat (KMN) Universitas Gadjah yang diselenggarakan pada awal Oktober 2015.

Piala penghargaan diserahkan pada puncak perayaan PORSNOT 2015 yang dikemas dalam satu bingkai keakraban yang dinamakan “PROMNIGH KMN 2015” yang diselenggarakan pada 17 Oktober 2015 malam hari di University Club Universitas Gadjah Mada.

“Piagam Penghargaan diberikan kepada Kelas C 2015 sebagai juara 2 Paduan Suara,” seperti yang termuat dalam Piagam Penghargaan yang diterima oleh Kelas C 2015 pada 17 Oktober 2015 malam hari.

Keluarga Mahasiswa Notariat (KMN) Universitas Gadjah Mada merupakan organisasi penyambung aspirasi mahasiswa Magister Kenotariatan, untuk hal itu Keluarga Mahasiswa Notariat (KMN) Universitas Gadjah Mada memfasilitasi para mahasiswa Notariat, tidak hanya berkutak dalam kajian keilmuan, ada juga bentuk lainnya yang tidk kalah penting, salahsatu diantaranya dalam ajang PORSNOT 2015.

Pekan Olahraga dan Seni Notariat (PORSNOT) 2015 yang diselenggarakan oleh Keluarga Mahasiswa Notariat (KMN) Universitas Gadjah Mada merupakan ajang yang diikuti oleh seluruh kelas pada setiap angkatannya. Salahsatu yang turut andil mengambil bagian dalam PORSNOT 2015 adalah dari Kelas C Magister Kenotariatan Universitas Gadjah Mada (MKN UGM) Yogyakarta angkatan 2015.

“Terimakasih ya teman-teman padus (paduan suara, red) atas kerjasamanya selama ini, sehingga kita pada malam ini mendapat juara 2 se MKN UGM, saya sangat senang sekali atas juara yang kita raih ini, hidup lancang kuning,” ucap Rizky Anlafater selaku ketua Paduan Suara Kelas C MKN UGM angkatan 2015 pada 18 Agustus 2015 malam hari usai penerimaan hadiah.

“Selamat kepada Tim Kelas C Magister Kenotariatan Universitas Gadjah Mada (MKN UGM) Yogyakarta angkatan 2015 yang telah meraih Juara 2 Paduan Suara pada perayaan Pekan Olahraga dan Seni Notariat (PORSNOT) 2015 yang diselenggarakan KMN UGM, saya bangga turut menjadi bagian dari paduan suara ini” ungkap M. Jamil, S.H. salahsatu mahasiswa yang masuk dalam Tim Paduan Suara Kelas C Magister Kenotariatan Universitas Gadjah Mada (MKN UGM) Yogyakarta angkatan 2015 pada PewartaNews.com 18 Agustus 2015 di Yogyakarta.

Beberapa nama tim Paduan suara kelas C MKN UGM 2015 diantaranya, M. Jamil, Ahadina Mahyastuti, Arwan P. Resmawan, Diana Almas, Fuza Hadi Saputra, Hairil Aqsyah, Joshua Agustha, Margareth Maya, Muhammad Achsan Rumi, Natalia Cynintia, Rindi Acvionita, Rizky Anlafater, Siti Namoraja, Suryaning Fitri R., Latieva, dan Wenny Arimbi. [MJ / PewartaNews]

Tim Paduan Suara Kelas C MKN UGM 2015

Kelas C MKN UGM Angkatan 2015 Raih Juara 3 Badminton Putri dalam PORSNOT 2015

Piagam Penghargaan Juara 3 Badminton Putri.
Yogyakarta, PewartaNews.com – Kelas C Magister Kenotariatan Universitas Gadjah Mada (MKN UGM) Yogyakarta angkatan 2015 meraih “Juara 3 Badminton Putri” pada perayaan Pekan Olahraga dan Seni Notariat (PORSNOT) 2015 Keluarga Mahasiswa Notariat (KMN) Universitas Gadjah yang diselenggarakan pada awal Oktober 2015.

Piala penghargaan diserahkan pada puncak perayaan PORSNOT 2015 yang dikemas dalam satu bingkai keakraban yang dinamakan “PROMNIGH KMN 2015” yang diselenggarakan pada 17 Oktober 2015 malam hari di University Club Universitas Gadjah Mada.

“Piagam Penghargaan diberikan kepada Kelas C 2015 sebagai juara 3 Badminton Putri,” seperti yang termuat dalam Piagam Penghargaan yang diterima oleh Kelas C 2015 pada 17 Oktober 2015 malam hari.

Keluarga Mahasiswa Notariat (KMN) Universitas Gadjah Mada merupakan organisasi penyambung aspirasi mahasiswa Magister Kenotariatan, untuk hal itu Keluarga Mahasiswa Notariat (KMN) Universitas Gadjah Mada memfasilitasi para mahasiswa Notariat, tidak hanya berkutak dalam kajian keilmuan, ada juga bentuk lainnya yang tidk kalah penting, salahsatu diantaranya dalam ajang PORSNOT 2015.

Pekan Olahraga dan Seni Notariat (PORSNOT) 2015 yang diselenggarakan oleh Keluarga Mahasiswa Notariat (KMN) Universitas Gadjah Mada merupakan ajang yang diikuti oleh seluruh kelas pada setiap angkatannya. Salahsatu yang turut andil mengambil bagian dalam PORSNOT 2015 adalah dari Kelas C Magister Kenotariatan Universitas Gadjah Mada (MKN UGM) Yogyakarta angkatan 2015.

“Selamat kepada Tim Kelas C Magister Kenotariatan Universitas Gadjah Mada (MKN UGM) Yogyakarta angkatan 2015 yang telah meraih Juara 3 Badminton Putri pada perayaan Pekan Olahraga dan Seni Notariat (PORSNOT) 2015 yang diselenggarakan KMN UGM, semoga dalam PORSNOT tahun depan mendapatkan juara 1, aamiin.” ungkap M. Jamil, S.H. salahsatu mahasiswa Kelas C Magister Kenotariatan Universitas Gadjah Mada (MKN UGM) Yogyakarta angkatan 2015 pada PewartaNews.com 18 Agustus 2015 di Yogyakarta. [MJ / PewartaNews]

Kelas C MKN UGM Angkatan 2015 Kantongi 7 Juara dalam PORSNOT 2015

Rizky Anlafater (tengah) saat terima tropy.
Yogyakarta, PewartaNews.com – Kelas C Magister Kenotariatan Universitas Gadjah Mada (MKN UGM) Yogyakarta angkatan 2015 mengantongi 7 kejuaraan dalam ajang Pekan Olahraga dan Seni Notariat (PORSNOT) 2015 Keluarga Mahasiswa Notariat (KMN) Universitas Gadjah Mada yang diselenggarakan pada awal Oktober 2015 lalu.

Seluruh Piala penghargaan diterima pada puncak perayaan PORSNOT 2015 yang dikemas dalam satu bingkai keakraban yang dinamakan “PROMNIGH KMN 2015” yang diselenggarakan pada 17 Oktober 2015 malam hari di University Club Universitas Gadjah Mada.

Pekan Olahraga dan Seni Notariat (PORSNOT) 2015 yang diselenggarakan oleh Keluarga Mahasiswa Notariat (KMN) Universitas Gadjah Mada merupakan ajang yang diikuti oleh seluruh kelas pada setiap angkatannya.

Kelas C Magister Kenotariatan Universitas Gadjah Mada (MKN UGM) Yogyakarta angkatan 2015 mendapatkan 7 Tropi kejuaraan dalam Pekan Olahraga dan Seni Notariat (PORSNOT) 2015 yang diselenggarakan oleh Keluarga Mahasiswa Notariat (KMN) Universitas Gadjah Mada, diantaranya Juara 3 Badminton Putri, Juara 3 Volley Putri, Juara 3 Volley Putra, Juara 3 Catur Putri, Juara 2 Badminton Campuran, Juara 2 Paduan Suara dan Juara 3 Futsal Putri. “Selamat kepada seluruh Tim Kelas C Magister Kenotariatan Universitas Gadjah Mada (MKN UGM) Yogyakarta angkatan 2015 yang telah meraih 7 Tropi Kejuaraan pada perayaan Pekan Olahraga dan Seni Notariat (PORSNOT) 2015 yang diselenggarakan KMN UGM, semoga tetap semangat buat kelas C untuk menorehkan prestasi-prestasi lainnya” ungkap M. Jamil, S.H. salahsatu mahasiswa Kelas C Magister Kenotariatan Universitas Gadjah Mada (MKN UGM) Yogyakarta angkatan 2015 pada PewartaNews.com 18 Agustus 2015 di Yogyakarta. [MJ / PewartaNews]

KMN UGM Adakan Promnight Sebagai Puncak dari Ajang PORSNOT 2015

Para Peserta saat penerimaan Tropi.
Yogyakarta, PewartaNews.com – Keluarga Mahasiswa Notariat (KMN) Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan “PROMNIGH KMN 2015” di University Club Universitas Gadjah Mada pada 17 Oktober 2015.

“PROMNIGH KMN 2015” diselenggarakan, selain untuk mengakrabkan seluruh mahasiswa Magister Kenotariatan Universitas Gadjah Mada dari berbagai angkatan, “PROMNIGH KMN 2015” juga diselenggarakan sebagai puncak dari rangkaian agenda PORSNOT 2015 sekaligus pembagian hadiah dari berbagai mata lomba yang telah diselenggarakan.

Kurang lebih ada 8 cabang Olahraga yang telah dipertandingkan dalam ajang Pekan Olahraga dan Seni Notariat (PORSNOT) 2015, diantaranya basket, futsal, volly, catur, tarik tambang, bakiak, badminton, dan tenis meja. Keseluruhannya itu diikuti oleh tim putra dan tim putri. Selain 8 cabang Olahraga, PORSNOT 2015 juga ada perlombaan paduan suara.

“Saya ucapkan selamat kepada Keluarga Mahasiswa Notariat (KMN) Universitas Gadjah Mada yang telah sukses melaksanakan rangkaian agenda Pekan Olahraga dan Seni Notariat (PORSNOT) 2015, semoga pada PORSNOT tahun depan lebih meriah lagi” ungkap M. Jamil, S.H. salahsatu mahasiswa Magister Kenotariatan Universitas Gadjah Mada (MKN UGM) Yogyakarta angkatan 2015 kelas C pada PewartaNews.com 18 Agustus 2015 di Yogyakarta.

Keluarga Mahasiswa Notariat (KMN) Universitas Gadjah Mada merupakan organisasi penyambung aspirasi mahasiswa Magister Kenotariatan, untuk hal itu Keluarga Mahasiswa Notariat (KMN) Universitas Gadjah Mada memfasilitasi para mahasiswa Notariat, tidak hanya berkutak dalam kajian keilmuan, ada juga bentuk lainnya yang tidk kalah penting, salahsatu diantaranya dalam ajang PORSNOT 2015 yang puncak akhirnya “PROMNIGH KMN 2015” pada 17 Oktober 2015 beberapa hari yang lalu.

“Pesan dan kesan saat PROMNIGH KMN 2015 sangat enak, karena disitu kita tidak hanya melihat teman-teman kita yang satu kelas, kita juga akan berinteraksi dengan teman-teman berbagai angkatan.” Ungkap Agnes Ika Pratiwi selaku salahsatu divisi acara PROMNIGH KMN 2015.

Sebagai pengetahuan, Keluarga Mahasiswa Notariat (KMN) Universitas Gadjah Mada telah didirikan pada 25 Februari 1985, di Yogyakarta, berkedudukan di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, serta mempunyai visi yang jelas, yakni “menjadikan Keluarga Mahasiswa Notariat (KMN) Universitas Gadjah Mada menjadi Organisasi yang dinamis menuju kearah kemajuan baik internal maupun eksternal berdasarkan nilai-nilai Ketuhanan dan Profesionalisme dalam ikatan persaudaraan.” Selain Visi, KMN juga mempunyai Misi yang jelas, yakni “Dengan melaksanakan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat mendukung keterampilan dibidang ilmu Kenotariatan, maupun kegiatan yang dapat menunjang kualitas mahasiswa Magister Kenotariatan, baik yang bersifat membangun intelektualitas maupun moral spiritual, yang mana merupakan satu kesatuan utuh yang wajib dimiliki sebagai modal menghadapi perkembangan zaman. Serta kegiatan-kegiatan yang dapat mempererat tali persaudaraan sesama mahasiswa Magister Kenotariatan, baik melalui kegiatan yang bertema rohaniah, sosial, Keilmuan, maupun kegiatan penunjang lain.” [MJ  / PewartaNews]

Materi Kuliah MKN FH UGM Semester 1 angkatan 2015

Hello gaes, gimana kabar semua rekan-rekan kelas C Magister Kenotariatan angkatan 2015? mudah-mudahan baik-baik saja, Aamiin..

Oh yach, saya cuman mau share nih tentang Materi-Materi Kuliah pada Semester 1 angkatan 2015, Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Materi-materi kuliahnya dapat di lihat dengan klik link dibawah ini:
1. Teori Hukum, materi/bahan ajar yang sudah ada diantaranya:

2. Politik Hukum, materi/bahan ajar yang sudah ada diantaranya:
    a. Politik Hukum (dari kelas A)
    b.

3. Peraturan Jabatan Notaris, materi/bahan ajar yang sudah ada diantaranya:
4. Hukum Keluarga dan Harta Perkawinan, materi/bahan ajar yang sudah ada diantaranya:
    a. ...
    b. ...

5. Hukum Perjanjian, materi/bahan ajar yang sudah ada diantaranya:
    a. ...
    b. ...

6. Hukum Perusahaan, materi/bahan ajar yang sudah ada diantaranya:

7. Hukum Jaminan, materi/bahan ajar yang sudah ada diantaranya:
    a. ...
    b. ...

8. Peraturan Jabatan PPAT
9. Pengurusan dan Pendaftaran Hak Atas Tanah, materi/bahan ajar yang sudah ada diantaranya:
    a. Hukum Agraria



Catatan:
Semua materi yang saya punya akan saya sharekan lewat ini, kalau ada materi-materi lain yang kalian sudah punya, mohon di kirim di emailku: info@mjamil.net, biar materi-materinya juga dapat di share ke yang lainnya. Terimakasih.

My Family


Foto Keluarga Besarku

Foto Bersama Warga Gunung Kidul, DIY Saat Penyuluhan Hukum

Foto bersama warga masyarakat Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, saat Penyuluhan Hukum bersama Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (DPC PERMAHI DIY) dan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Daerah Istimewa Yogyakarta (KANWIL KEMENKUMHAM DIY) pada 21 Agustus 2013. 

[Resensi] Antologi Puisi Aku Kau dan Mereka


Buku Antara Aku Kau dan Mereka (sebuah antologi puisi) yang ditulis oleh M. Jamil dan Dedi Purwanto. Buku ini merupakan kumpulan puisi yang dipoles mejadi satu buku (antologi puisi). Didalamnya terdapat delapan puluh puisi yang terdiri dari 34 puisi karangan M. Jamil dan 46 puisi karangan Dedi Purwanto.  

Puisi-puisi dalam buku ini, ditulis oleh para penulisnya mulai dari tahun 2010-2014. Dengan membaca buku ini, paling tidak para pembaca akan mengetahui sebagian perjalanan hidup para penulisnya yang tergambar dalam bait-bait puisinya. 

Adakalanya pemerintah dan wakil rakyat dalam pengambilan kebijakan-kebijakan tidak memihak kepada rakyat. Dalam buku ini, bentuk apik yang dilakukan oleh para penulisnya untuk mengkritik kebijakan-kebijakan yang tidak pro rakyak, salahsatu contohnya dalam puisinya “Kicauan Kosong” di halaman 49-51. Dalam puisi ini penulis melemparkan kritikan yang pedas untuk para wakil rakyat yang ketika ia datang ke masyarakat sebelum menjadi  wakil rakyat dengan membawa seribu janji manisnya, dan ketika sudah menjadi wakil rakyat seperti yang diharapkannya, maka kebanyakan mengabaikan janji-janji manis itu. Berikut beberapa baris puisi tersebut, “Hei kau yang disana, Kicauanmu hanyalah kicauan kosong, Kicauanmu hanyalah kicauan kosong, Apakah masih pantas menyandang gelar sebagai “WAKIL”, Apakah masih pantas?” (halaman 51).

Dalam buku ini juga tergambar kisah perjalanan spiritual dari penulisnya. Seperti halnya bait pertama dari puisi yang berjudul “Titik Akhir” yang ditulis oleh saudara Dedi Purwanto. Berikut kutipan bait tersebut, “Ketika nada telah sudi untuk beralun, Senandung makna ber-sujud pada kekasihnya, Gelombang sinar fajar meluapkan do'anya, Pelita semesta malam meniduri kesunyian, Angkuh tunduk pada pertapaan yang sempurna”, (halaman 89).

Akhir kata, selain jadi penambah referensi dalam sastra puisi, buku ini sangat layak dijadikan bahan renungan bagi semua penikmat sastra. 

Judul Buku     : Antara Aku Kau dan Mereka (sebuah antologi puisi)
Penulis     : M. Jamil dan Dedi Purwanto
Penerbit   : FIMNYPress
Cetakan   : November 2014
Halaman   : 187 halaman
Harga         : Rp35.000,-
Peresensi : Julkifli

NB:
Bila para pembaca menginginkan buku ini, silakan Pesan lewat Info Klik Disini.

Kasus Penipuan Via SMS atau Telepon Merajalela

M. Jamil, S.H.
Penipuan merupakan sebuah kebohongan yang dibuat untuk keuntungan pribadi tetapi merugikan orang lain, meskipun ia memiliki arti hukum yang lebih dalam, detail jelasnya bervariasi di berbagai wilayah hukum.

R. Sugandhi (1980 : 396-397) menjelaskan Penipuan merupakan tindakan seseorang dengan tipu muslihat, rangkaian kebohongan, nama palsu dan keadaan palsu dengan maksud menguntungkan diri sendiri dengan tiada hak. Rangkaian kebohongan ialah susunan kalimat-kalimat bohong yang tersusun demikian rupa yang merupakan cerita sesuatu yang seakan-akan benar.

Biasanya seseorang yang melakukan penipuan, adalah menerangkan sesuatu yang seolah-olah betul atau terjadi, tetapi sesungguhnya perkataannya itu adalah tidak sesuai dengan kenyataannya, karena tujuannya hanya untuk meyakinkan orang yang menjadi sasaran agar diikuti keinginannya, sedangkan menggunakan nama palsu supaya yang bersangkutan idak diketahui identitasnya, begitu pula dengan menggunakan kedudukan palsu agar orang yakin akan perkataannya.

Kasus Penipuan Via SMS/Telepon
Kemarin pada hari Jumat Tanggal 12 Juli 2013 pukul 08:15 saya dikejutkan dengan datangnya sms dari nomor 081554441788 yang berbunyi : “Saya Bapak Rizal Qosim (Pudek III Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta), Kami sampaikan kepada sauda Anjar (nama samaran atau yang disamarkan), diharapkan menghubungi Bapak Prof. Dr. Musa Asyari (HP: 08161622116), sehubungan anda ditunjuk mengikuti Seminar Nasional DITJEN DIKTI, Perihal ; Undangan peserta Peningkatan Mutu Pendidikan Karakter Mahasiswa, Penelitian dan Pemberian Bantuan Dana Usaha 2013, yang dilaksanakan pada tanggal 20-21 Juli 2013 di Hotel Borobudur Jakarta”. Karena saya tidak membalasnya, sehingga berulang kali sms tersebut masuk dengan bunyi sms yang sama, dan yang kesekian kalinya masuk lagi sms dari nomor 081554441788 (nomor yang sama seperti nomor yang yang disebutkan diatas), isi sms-nya seperti ini : “Saya Bapak Rizal Qosim (Pudek III Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta), Kami sampaikan kepada sauda Anjar (nama samaran atau yang disamarkan), diharapkan menghubungi Bapak Prof. Dr. Musa Asyari (HP: 08161622116), sehubungan anda ditunjuk mengikuti Seminar Nasional DITJEN DIKTI, Perihal ; Undangan peserta Peningkatan Mutu Pendidikan Karakter Mahasiswa, Penelitian dan Pemberian Bantuan Dana Usaha 2013, yang dilaksanakan pada tanggal 18-19 Juli 2013 di Hotel Borobudur Jakarta”. (kok tanggal pelaksanaannya beda yach? Yang pertama tertera “pelaksanaannya pada tanggal 20-21 Juli 2013 di Hotel Borobudur Jakarta” sedangkan bunyi sms yang lain “dilaksanakan tanggal 18-19 Juli 2013 di Hotel Borobudur Jakarta”, Bertanya dalam hati), pasti ini cuman sms penipuan, begitu kuberucap dalam hati.

Beberapa saat kemudian, karena melihat saya tidak menghiraukan (tidak merespon) sms tersebut, saya dikejutkan dengan datangnya telepon dari nomor yang sms tersebut (081554441788), lalu dengan santunnya dia membawa salam, dan memperkenalkan namanya “Pak Rizal Qosim (Pudek III Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta)”, dengan lincahnya sang penipu tersebut menjelaskan perihal dari maksud dia menghubingi atau menelepon saya, dia menjelaskan bahwa saya adalah salahsatu dari 5 mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang ditunjuk untuk mengikuti Seminar Nasional DITJEN DIKTI, Perihal ; Undangan peserta Peningkatan Mutu Pendidikan Karakter Mahasiswa, Penelitian dan Pemberian Bantuan Dana Usaha 2013, yang dilaksanakan pada tanggal 20-21 Juli 2013 di Hotel Borobudur Jakarta”, dan penelepon tersebut menjelaskan bahwasannya semua akomodasi, transportasi dan lain sebagainya tersebut akan ditanggung oleh pihak DITJEN DIKTI, dana untuk itu semua akan ditransferkan ke rekening para peserta yang diundang tersebut senilai Rp. 8.000.000,- (delapan juta rupiah), setelah dia menjelaskan panjang lebar terkait tujuannya tersebut lalu yang penelepon tersebut berbesar agar segera meelepon Bapak Prof. Dr. Musa Asyari (HP: 08161622116), setelah itu dia berpesan lagi, jangan lupa hubungi secepatnya yach, lalu saya menjawabnya “ia pak, nanti saya telepon beliau, saya pergi isi pulsa dulu”, lalu dia bawa salam tanda dia menutup perbincangan tersebut, saya menjawab salamnya, lalu teleponnya di matikan. Hehehe, (lugu sekali yach saya menjawabnya), berpikir dalam hati, masa ia seorang rektor mau menelepon langsung mahasiswa-mahasiswa kalau hanya emang terkait masalah itu. Yach mungkin aja cih benar, apa salahnya tak coba tuk telpon beliau, begitu saya berpikir dalam hati.

Bergegas saya pergi ke counter untuk membeli pulsa, gak usah isi banyak-banyak dech, isi 5 ribu aja (berpikir dalam hati, hehe). Sesampainya di counter lalu saya mengisi pulsa, usai mengisi pulsa lalu saya menghubungi 08161622116 (yang mengatasnamakan rektor UIN SUKA tersebut), sang pemilik nomor tersebut mengangkatnya dan saya memberi salam lalu sang penipu tersebut menjawab salam tersebut, lalu saya menanyakan “apakah benar ini dengan Bapak Musa Asyari”,  ini saya Anjar (nama samaran atau yang disamarkan), saya dapat informasi dari pak Rizal Qosim (Pudek III Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta), bahwasannya saya ditunjuk sebagai salahsatu Undangan peserta mengikuti Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh DITJEN DIKTI, acara tersebut terkait Peningkatan Mutu Pendidikan Karakter Mahasiswa, Penelitian dan Pemberian Bantuan Dana Usaha 2013, yang dilaksanakan pada tanggal 18-19 Juli 2013 di Hotel Borobudur Jakarta. Apakah itu benar, saya bertanya pada seseorang yang mengaku diri rektor uin tersebut, lalu orang tersebut menjawabnya, “ia bener sekali, sudah dari kemarin-kemarin saya menunggu telepon dari Anjar (nama samaran atau yang disamarkan), kok baru sekarang teleponnya? Dia bertanya”, oh iya pak, saya baru dapat informasi tadi pagi, makanya baru saya hubungi bapak sekarang (begitu saya menjawab), oh begitu ceritanya, lalu dia menambahkan “emang benar perihal undangan tersebut”, sang penipu itu menjawab, dia melanjutkan obrolannya “kebetulan ini saya lagi bersama panitia dari acara Seminar Nasional DITJEN DIKTI tersebut, ini lagi saya los spikier dan mendengarkan bersama-sama dengan pihak DITJEN DIKTI, tersebut menambahkan penjelasannya bahwasannya semua akomodasi, transportasi dan lain sebagainya tersebut akan ditanggung oleh pihak DITJEN DIKTI, dana untuk itu semua akan ditransferkan ke rekening para peserta yang diundang tersebut senilai Rp. 8.000.000,- (delapan juta rupiah)” oleh karena itu saudara Anjar (nama samaran atau yang disamarkan) diharapkan ikut diacara tersebut, lalu saya menjawab, “insya Allah saya akan ikut, karena kebetulan pada tanggal tersebut saya tidak ada acara”, lalu dia menjawab lagi “ok, kalau begitu sebutkan nomor rekeningmu, karena saat ini pihak DITJEN DIKTI juga mendengar suaramu dan obrolan kita ini akan direkam”, lalu dengan lugunya saya menyebutkan nomor rekeningku, berlanjut dia menanyakan, “berapa saldo didalam rekeningmu saat ini sebelum nanti dari pihak DITJEN DIKTI mentransfer uang tersebut?”, saya bertanya dalam hati, haah, apa-apaan ini, kok Tanya-tanya saldo juga, hhmmm…dari obrolan tersebut, udah semakin bertambah ketidakyakinan dengan semua ini. Lalu pulsa saya habis, dan obrolan lewat telepon itupun terputus, kemudian saya mengirim pesan via sms ke nomor 08161622116 (yang mengatasnamakan rektor UIN SUKA tersebut), “pulsa saya saat ini sudah habis, nanti saya akan kroscek langsung ke fakultas dan kerektorat terkait informasi yang saya peroleh ini”.

Dikarenakan pagi kemarin (hari Jumat Tanggal 12 Juli 2013) saya ada kesibukan lain, sehingga paginya saya belum bisa kroscek di kampus, tiba waktunya sore hari dan kesibukan lain hari itu tidak ada lagi, lalu saya bergegas menuju kampus menanyakan terkait masalah itu di Dekanat Syariah dan Hukum, ternyata pelayanan kantor di bulan Ramadhan telah ditutup jam 1 siang, kemudian saya bergegas turun (karena kantor dekanat berada di lantai 2), setelah saya sampai dilantai 1 lalu bergegas kehalaman depan timur Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, di halaman fakultas saya bertemu dengan beberapa sahabat-sahatku, ternyata kedatangan mereka dikampus mengalami kasus yang sama, yaitu kasus penipuan yang seperti saya uraikan diatas. Dikarenakan pelayanan di fakultas dah tutup, lalu saya dan beberapa sahabat yang mengalami kasus serupa tersebut berinisiatif mendatangi gedung rektorat dan menanyakan langsung terkait informasi tersebut, lalu sampainya di gedung rektorat, ternyata masih sama, hamper semua karyawan sudah tidak ada lagi, lalu bergegas di ruang bagian akademik, ternyata masih ada beberapa karyawan yang masih menyelesaikan pekerjaannya, dan langsung kami menyamperi salahsatu karyawan bagian akademik tersebut, lalu kami menceritakan tentang kejadian tersebut, lalu bapak tersebut menjawab, “kalau terkait informasi tersebut didak benar adanya, masa seorang rektor menghubungi langsung mahasiswanya mengenai hal yang demikian?, tapi agar lebih menyakinkan kalian lagi, alangkah baiknya kalian kroscek di fakultas atau coba hubungi pembantu dekan atau dekan via telepon”, okelah kalau informasinya seperti itu, nanti kami akan coba menghubungi dekan atau Pudek menanyakan terkait informasi tersebut.

Usai menghadap digedung rektor (menanyakan kejelasan informasi tersebut), lalu saya telepon salahsatu sahabat saya, dan meminta nomor telepon dekan atau pembantu dekan, lalu sahabat saya tersebut menjawab, oke, nanti saya cek dulu di hand phone saya, nanti kalau ada, saya sms ke sampean (begitulah sahabat saya berucap via telepon), lalu beberapa menit kemudian ada sms dari sahabat saya yang saya telepon barusan, ternyata isi sms tersebut informasi nomor hand phone dekan, setelah saya mendapatkan nomor telepon dekan tersebut, lalu saya langsung menelepon dekan tersebut, dan menanyakan terkait informasi yang telah beredar tersebut. Lalau dekan menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut sambil ketawa-keta, “itu kasusnya sama dengan beberapa mahasiswa yang menghadap saya tadi pagi, informasi tersebut tidak benar adanya, itu jelas-jelas orang yang berusaha menipu, jadi harapannya kepada seluruh mahasiswa agar berhati-hati bilamana mendapatkan informasi yang seperti demikian”.

Penutup dan Saran:
Itulah serangkain pencarian informasi yang saya lakukan, untung saya mempunyai kecurigaan dari awal, sehingga belum terjadi apa-apa yang tidak diinginkan, dengan adanya informasi-informasi yang didapatkan disumber yang tepat tersebut, lalu saya meresa lega. Oleh karena itu, harapan saya kepada seluruh mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan seluruh warga Indonesia, apabila mendapatkan informasi-informasi dengan modus atau iming-iming memberikan uang atau mendapatkan hadiah sesuatu, dan mengharuskan teman-teman semuanya untuk mentransferkan sejumlah uang, saya harapkan jangan, jangan sekali-kali terpedaya dengan informasi manis yang mereka sampaikan, agar teman-teman tidak menyesal dikemudian hari, maka, apabila mendapatkan informasi, sebelum bertindak, alangkah lebih baik dan eloknya bila kita mengkroscek dulu kebenaran-kebenaran dari informasi yang mereka sampaikan, krosceklah ke orang yang tepat atau di sumber yang terpercaya sesuai dengan dimana informasi tersebut, misalnya seperti contoh yang saya uraikan diatas, maka krosceklah langsung ke pihak dekanat atau pihak rektorat terlebih dahulu, sebelum melakukan segala sesuatu. Akhir kata, mudah-mudahan uraian diatas sedikit bisa memberi pencerahan dan mudah-mudahan kita lebih berhati-hati lagi bila menghadapi persoalan seperti yang demikian. Trimakasih.


Yogyakarta, 14 Juli 2013

Oleh: M. Jamil, S.H.
Eks Ketua II Bagian Eksternal Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (DPC PERMAHI DIY) Periode 2012-2014. Senior Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY).

Peran Perempuan Dalam Dunia Politik Dijamin Undang-Undang

M. Jamil, S.H.
Perempuan dalam konteks gender didefinisikan sebagai sifat yang melekat pada seseorang untuk menjadi feminism (bersifat kewanitaan). Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata perempuan bermakna (1) orang (manusia) yg mempunyai puki, dapat menstruasi, hamil, melahirkan anak, dan menyusui; wanita; (2) istri; bini: — nya sedang hamil; (3) betina (khusus untuk hewan), sedangkan kata wanita bermakna perempuan dewasa: kaum — , kaum putri (dewasa).

Sebelum lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia, peran perempuan sudah dalam dunia politik sudah ada, karena Sejarah Indonesia mencatat seorang tokoh bernama Gayatri Rajapatni (Ratu di atas segala Ratu) yang wafat pada tahun 1350 yang diyakini sebagai perempuan di balik kebesaran Kerajaan Majapahit. Majapahit merupakan kerajaan Hindu-Budha yang di mata banyak orang tidak mungkin memberikan ruang bagi perempuan untuk berpolitik. Tetapi hasil kajian yang dilakukan oleh mantan Dubes Canada untuk Indonesia (Earl Dark, ia juga sebagai sejarawan) membuktikan, bahwa puncak kejayaan Majapahit tercapai karena peran sentral Gayatri, istri Raden Widjaya, ibunda ratu ketiga Majapahit, Tribhuwanatungga-dewi, sekaligus nenek dari Hayamwuruk, raja terbesar di sepanjang sejarah Kerajaan Majapahit. Gayatri tidak pernah menjabat resmi sebagai ratu, tetapi peran politiknya telah melahirkan generasi politik yang sangat luar biasa di Nusantara kala itu.

Di era Kolonialisme Belanda kita mengenal RA Kartini, ia lahir sebagai pemimpin perempuan yang memperjuangkan kebebasan dan peranan perempuan melalui emansipasi dalam bidang pendidikan. Berkat pemikiran-pemikiran yang ia lahirkan, sehingga sampai saat ini pemikirannya masih menjadi bahan kajian para Kartini masa kini. Tokoh Supeni, dikenal sebagai politikus wanita yang menduduki berbagai jabatan penting di Indonesia. Ia pernah menjabat sebagai anggota DPR sekaligus anggota Konstituante melalui partai PNI. Sebagai diplomat, ia pernah menjabat sebagai duta besar luar biasa dan berkuasa penuh untuk Amerika Serikat dan duta besar keliling di zaman Presiden Soekarno. Sebagai salahsatu contoh lagi yakni Dra. Khofifah Indar Parawansa, ia  adalah Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan pada Kabinet Persatuan Nasional. Adapun karir politiknya yakni: (1) Pimpinan Fraksi Partai Persatuan Pembangunan DPR RI (1992-1997); (2) Pimpinan Komisi VIII DPR RI (1995-1997); (3) Anggota Komisi II DPR RI (1997-1998); (4) Wakil Ketua DPR RI (1999); (5) Sekretaris Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa MPR RI (1999); (6) Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan (1999-2001); (7) Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (1999-2001); (8) Ketua Komisi VII DPR RI (2004-2006); (9) Ketua Fraksi Kebangkitan Bangsa MPR RI (2004- 2006); (10) Anggota Komisi VII DPR RI (2006).

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 pada Pasal 1 ayat (2) menyatakan bahwa “kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut Undang-Undang Dasar”. Makna dari “kedaulatan berada di tangan rakyat” adalah bahwa rakyat memiliki kedaulatan, tanggung jawab, hak dan kewajiban untuk secara demokratis memilih pemimpin yang akan membentuk pemerintahan guna mengurus dan melayani seluruh lapisan masyarakat, serta memilih wakil rakyat untuk mengawasi jalannya pemerintahan. Perwujudan kedaulatan rakyat dilaksanakan melalui Pemilu secara langsung sebagai sarana bagi rakyat untuk memilih wakilnya yang akan menjalankan fungsi melakukan pengawasan, menyalurkan aspirasi politik rakyat, membuat undang-undang sebagai landasan bagi semua pihak di Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam menjalankan fungsi masing-masing, serta merumuskan anggaran pendapatan dan belanja untuk membiayai pelaksanaan fungsi-fungsi tersebut. Sesuai dengan ketentuan Pasal 22E Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Pemilu untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah diselenggarakan berlandaskan asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil setiap lima tahun sekali. Pemilu diselenggarakan dengan menjamin prinsip keterwakilan, yang artinya setiap orang Warga Negara Indonesia dijamin memiliki wakil yang duduk di lembaga perwakilan yang akan menyuarakan aspirasi rakyat di setiap tingkatan pemerintahan, dari pusat hingga ke daerah. Pemilu yang terselenggara secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil merupakan syarat mutlak untuk mewujudkan wakil rakyat yang berkualitas, dapat dipercaya, dan dapat menjalankan fungsi kelembagaan legislatif secara optimal. Penyelenggaraan Pemilu yang baik dan berkualitas akan meningkatkan derajat kompetisi yang sehat, partisipatif, dan keterwakilan yang makin kuat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Peran perempuan dan laki-laki pada dasarnya sama, itu juga telah diamanatkan oleh konstitusi kita Undang-undang Dasar Tahun 1945, pada penggalan Pasal 28D ayat 1 berbunyi “setiap orang berhak atas perlakuan yang sama di hadapan hukum”. Itu berarti baik laki-laki maupun perempuan pada dasarnya sama dihadapan hukum, berperan dalam politik, berpran dalam dunia pendidikan, berperan dalam dunia kesehatan, dan berperan dalam bentuk apa pun pemi kemajuan dan keutuhan negara tercinta yakni Negara Nesatuan Republik Indonesia. Lebih lanjut dalam Pasal 28D ayat (3) Undang-undang Dasar Tahun 1945 amandemen kedua mengamanatkan “setiap warga negara berhak memperoleh kesempatan yang sama dalam pemerintahan”. Pastilah kita kenal tokoh perempuan yang pertama menjadi Presiden Perempuan di Indonesia, ia adalah Ibu Megawati Soekarnoputri, menteri juga banyak dari kalangan perempuan, salahsatunya Ibu Siti Fadilah Supari, pernah menjadi Mentri Kesehatan Republik Indonesia, ditingkat Pemerintah Provinsi, pemerintah Kabupaten, bahkan yang jadi Walikota dari kalangan perempuan bisa dibilang banyak jumlahnya di Indonesia ini. Mengenai persamaan yang di amanahkan Undang-undang Dasar Tahun 1945 ada juga di Pasal 28H ayat (2) yakni berbunyi “setiap orang berhak mendapat kemudahan dan perlakuan khusus untuk memperoleh kesempatan dan manfaat yang sama guna mencapai persamaan dan keadilan”. Jadi, tidak ada yang bisa menyangkal bahwasannya permpuan juga bisa berperan dalam berbagai bidang yang biasananya dilakukan para lelaki, karena itu semua sudah dijamin dan di khidmad oleh konstitusi kita serta dalam kenyataannya juga telah terbukti.

Didalam bingkai kehidupan sosial dan politik masyarakat Indonesia secara umum memberikan ruang yang luas dan ramah bagi kaum perempuan untuk berkiprah dalam politik, termasuk menjadi pemimpin. Bahkan kesempatan ini terus diberikan, termasuk penetapan kuota 30% perempuan di parlemen melalui Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. Dari perspektif historis, nampak bahwa sepanjang sejarah Indonesia, pemimpin perempuan telah muncul silih-berganti. Rahim Ibu Indonesia telah membuktikan diri sebagai rahim yang subur bagi lahirnya para pemimpin perempuan terkemuka di bumi pertiwi, sungguh mulia jasamu pasa ibu, karena engan tangan lebutmu engkau rawat anak-anak mu hingga besar dan berprestasi, karena dengan kasih sayang mu  engkau didik anak-anakmu jadi seorang pemimpin.
Adanya partai politik merupakan salah satu wujud partisipasi masyarakat yang penting dalam mengembangkan kehidupan demokrasi yang menjunjung tinggi kebebasan, kesetaraan, kebersamaan, dan kejujuran. Dalam artian menjunjung tinggi “kebebasan” dalam berucap, bersikap, berbuat, bertingkah serta berpolitik. Menjunjung tinggi “kesetaraan” dalam bentuk apapun, termasuk kesetaraan dalam mengambil bagian dan berkompetisi dalam dunia politik. Menjunjung tinggi kebersamaan dalam membangun bangsa, agar bangsa indonesia menjadi bangsa yang besar, bangsa yang adil, bangsa yang bermartabat serta menjadikan bangsa yang mandiri, bagian ini tidak hanya dilakukan oleh para laki-laki, namun para perempuan pun harus turut andil didalamnya. Menjunjung tinggi “kejujuran”, kejujuran itu sangat-sangat tinggi nilainya di mata masyarakat, karena kalau kita telah jujur maka kita akan dipercayai selamanya, para perempuan pasti telah mengenyam nilai-nilai kejujuran itu, karena hati dan jiwa perempuan itu lembut dan selalu mengutamakan hati nurani dalam setiap tingkah-lakunya.

Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, pada Pasal 8 Ayat (2) berbunyi “partai politik yang tidak memenuhi ambang batas perolehan suara pada Pemilu sebelumnya atau partai politik baru dapat menjadi Peserta Pemilu setelah memenuhi persyaratan”. Pasal 8 Ayat (2) Poin e berbunyi “menyertakan sekurang-kurangnya 30% (tiga puluh persen) keterwakilan perempuan pada kepengurusan partai politik tingkat pusat”. Jadi, keterwakilan perempuan dalam konstitusi itu telah dijamin. Pada Pasal 15 Poin d berbunyi “surat keterangan dari pengurus pusat partai politik tentang penyertaan keterwakilan perempuan sekurang-kurangnya 30% (tiga puluh persen) sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Yang dimaksud dengan “penyertaan keterwakilan perempuan sekurang-kurangnya 30% (tiga puluh persen) sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan” adalah sebagaimana diatur dalam Pasal 2 ayat (5), Pasal 20, dan Pasal 51 ayat (2) Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2011 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik. Lebih lanjut pada Pasal 53 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, menyebutkan “di dalam daftar bakal calon sebagaimana dimaksud pada ayat (1), setiap 3 (tiga) orang bakal calon terdapat sekurang-kurangnya 1 (satu) orang perempuan bakal calon”. Lebih lanjut pada Pasal 55 menyebutkan bahwasannya “daftar bakal calon sebagaimana dimaksud dalam Pasal 53 memuat paling sedikit 30% (tiga puluh persen) keterwakilan perempuan”. Dalam setiap 3 (tiga) bakal calon, bakal calon perempuan dapat ditempatkan pada urutan 1, atau 2, atau 3 dan demikian seterusnya, tidak hanya pada nomor urut 3, 6, dan seterusnya.

Pada saat Verifikasi Kelengkapan Administrasi Bakal Calon Anggota DPR, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota, di Pasal 58 Ayat (1) Komisi Pemilihan Umum (KPU) melakukan verifikasi terhadap kelengkapan dan kebenaran dokumen persyaratan administrasi bakal calon anggota DPR dan verifikasi terhadap terpenuhinya jumlah sekurang-kurangnya 30% (tiga puluh persen) keterwakilan perempuan. Pasal 58 Ayat (2) menyebutkan bahwasannya “KPU Provinsi melakukan verifikasi terhadap kelengkapan dan kebenaran dokumen persyaratan administrasi bakal calon anggota DPRD provinsi dan verifikasi terhadap terpenuhinya jumlah bakal calon sekurang-kurangnya 30% (tiga puluh persen) keterwakilan perempuan”. Pada Pasal 58 Ayat (3) “KPU Kabupaten/Kota melakukan verifikasi terhadap kelengkapan dan kebenaran dokumen persyaratan administrasi bakal calon anggota DPRD kabupaten/kota dan verifikasi terhadap terpenuhinya jumlah bakal calon sekurang-kurangnya 30% (tiga puluh persen) keterwakilan perempuan”. Pasal 59 Ayat (2) berbunyi “dalam hal daftar bakal calon tidak memuat sekurang-kurangnya 30% (tiga puluh persen) keterwakilan perempuan, maka KPU, KPU Provinsi, dan KPU Kabupaten/Kota memberikan kesempatan kepada partai politik untuk memperbaiki daftar bakal calon tersebut”. Dalam bunyi Pasal 62 Ayat (6) menyatakan “KPU, KPU Provinsi, dan KPU Kabupaten/Kota mengumumkan persentase keterwakilan perempuan dalam daftar calon sementara partai politik masing-masing pada media massa cetak harian nasional dan media massa elektronik nasional”. Pengumuman persentase keterwakilan perempuan dalam daftar calon sementara dalam ketentuan ini dilakukan sekurang-kurangnya pada 1 (satu) media cetak selama 1 (satu) hari dan pada 1 (satu) media elektronik selama 1 (satu) hari.

Lebih lanjut dalam Pasal 67 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, berbunyi “KPU, KPU Provinsi, dan KPU Kabupaten/Kota mengumumkan persentase keterwakilan perempuan dalam daftar calon tetap partai politik masing-masing pada media massa cetak harian nasional dan media massa elektronik nasional”. Pengumuman persentase keterwakilan perempuan dalam daftar calon tetap dalam ketentuan ini dilakukan sekurang-kurangnya pada 1 (satu) media cetak selama 1 (satu) hari dan pada 1 (satu) media elektronik selama 1 (satu) hari. Lebih lanjut pada Pasal 215 Ayat b menyebutkan “dalam hal terdapat dua calon atau lebih yang memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dengan perolehan suara yang sama, penentuan calon terpilih ditentukan berdasarkan persebaran perolehan suara calon pada daerah pemilihan dengan mempertimbangkan keterwakilan perempuan”.

Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2011 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik Sejak Pemilu 2004, melalui Undang-undang Partai Politik No. 31 tahun 2002, telah berubah beberapakali yakni Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2011 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik, mengatur perihal keterlibatan perempuan dalam kepengurusan partai politik dan kuota pencalonan legislatif perempuan sebanyak 30%. Meski upaya penerapan kuota telah dilakukan, namun pada Pemilu 2009 belum menunjukkan angka keberhasilan yang signifi kan karena baru mencapai 18.04% (101 orang dari 560 orang anggota) keterwakilan perempuan di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). sementara keterwakilan perempuan di Dewan Perwakilan Daerah (DPD) mencapai 26.52% (35 orang dari 132 orang anggota). Untuk menopang terwujudnya kuato 30% tersebut perlu pemikiran yang matang dan keseriusan yang penuh bagi para perempuan yang memilih dan meniti karirnya di dunia politik tersebut. Dengan keseriusan dan semangatnya untuk mensosialisasikan sampai ke akar rumput, maka cita-cita pencapaian 30% itu akan terpenuhi di kompetisi bulan April 2014 nanti.

Negara-negara seperti di eropa  pemenuhan hak-hak politik perempuan dilakukan secara incremental,  bertahap dan melalui perjuangan yang keras. Hak memilih bagi perempuan yang paling awal di dunia Barat dinikmati oleh perempuan New Zeland. Hanya 10 minggu setelah gubernur Lord Glasgow menandatangani the Electoral Act 1893, sebanyak 109. 461 perempuan New Zeland tercatat menggunakan hak memilihnya pada pemilu 1893. Sudah tentu ini tidak berarti bahwa perempuan Indonesia tidak dihadapkan pada persoalan-persoalan sebagaimana banyak perempuan di dunia alami. Dalam bidang politik, persoalan rendahnya partisipasi dan representasi kaum perempuan, terutama di lembaga-lembaga publik, termasuk di parlemen merupakan masalah serius di Indonesia.

Perempuan juga, berdasarkan realita objektif persoalan rendahnya dan buruknya kualitas partisipasi dan representasi merupakan bagian dari persoalan demokrasi Indonesia yang belum selesai dan masih terus mencari bentuk, dan bukan merupakan persoalan perempuan semata-mata. Masih banyak kelompok dalam masyarakat Indonesia dihadapkan pada kedua persoalan ini. Kaum petani, dan nelayan, misalnya, menghadapi masalah ini sama seriusnya dengan kaum perempuan. Demikian pula dengan kaum buruh. Karenanya, persoalan partisipasi dan representasi yang buruk ini harus diselesaikan sebagai agenda politik kolektif sebuah bangsa, bukan dibatasi sebagai medan pergulatan gender situasi inilah yg terjadi di Indonesia.
Dengan adanya konstitusi yang mengatur tentang keterlibatan perempuan dalam kepengurusan partai politik dan kuota pencalonan legislatif perempuan sebanyak 30%, harapan penulis kepada semua kaum perempuan, tidak bereforia dengan terjaminnya hak itu oleh konstitusi, sehingga hak-hak lainnya yang juga tidak kalah penting terabaikan begitu saja. Salah satu contohnya, bila perempuan yang sudah berkeluarga, bilamana ingin berproses dan ingin mengambil bagian yang jamin konstitusi tersebut, harus dulu menyelesaikan kewajibannya sebagai seorang ibu dan sebagai istri yang baik, mengurus dulu keperluan anak-anaknya, agar anak-anaknya kelak beranjak dewasa menjadi orang terdidik dan menjadi pemimpin yang tangguh serta mengurus dulu kewajibannya sebagai seorang istri.


Yogyakarta, April 2014

Oleh: M. Jamil, S.H.
Eks Ketua II Bagian Eksternal Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (DPC PERMAHI DIY) Periode 2012-2014. Senior Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY).

 
Copyright © 2015 M. Jamil, S.H.. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by www.phylopop.com