Follow Me

Google+ Followers

Like Fun Page

Pengikut

Total Tayangan Halaman

Translate

PUSMAJA Gelar Diskusi Publik, Wakil Ketua DPD RI Dihadirkan

Pusmaja saat menggelar diskusi publik.
Yogyakarta, Kahaba.- Bekerja sama dengan para sesepuh yang berada di Yogyakarta, para mahasiswa-mahasiswi yang tergabung dalam  Pusat Studi Mahasiswa Pasca Sarjana (PUSMAJA) Yoyakarta menyelenggarakan diskusi public dengan tema “Peran DPD RI dalam Mendorong Pembangunan  Daerah dan Mewujudkan Smartcity Bima Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Bima”.

Pada kegiatan tersebut, PUSMAJA menghadirkan Wakil Ketua DPD RI, Farouk Muhammad dan Muhammad Aditia AN. Salam, Presiden Direktur PT Gama Techno Indonesia sebagai pembicara.

Diskusi yang dilaksanakan tanggal 27 Februari 2016 bertempat di gedung DPD DIY tersebut dihadiri oleh 160 peserta, selain sesepuh, mahasiswa S1, S2 dan S3 juga masyarakat Bima-Dompu-Sumbawa yang ada di Yogyakarta. Acara itu juga dihadiri oleh Hafidh Asromanggota DPD RI perwakilan DIY serta mahasiswa luar pulau Sumbawa.

Ketua PUSMAJA M. Jamil dalam sambutannya memaparkan, jumlah mahasiswa asal Mbojo kurang lebih 1000 dengan mahasiswa pascasarjana (S2 dan S3) sekitar 100 orang, dengan berbagai macam disiplin ilmu. Diantaranya kesehatan, pendidikan, ekonomi, agama, teknik, termasuk seni dan kebudayaan.

Kegiatan Pusmaja Mbojo – Yogyakarta fokus pada kajian dan riset tentang pengembangan dana Mbojo, baik pada sisi sumber daya alam, kearifakan lokal, pemberdayaan masyarakat dan pengembangan ekonomi kreatif, melalui pendekatan Interdisiplin keilmuan.

“Besar harapan kami pada Pemerintah Kota Bima, Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu, dengan potensi  SDM  yang ada, dapat membuka ruang bagi mahasiswa Yogyakarta untuk berperan serta dalam pembangunan dana Mbojo,” pinta mahasiswa pasca kenotarian UGM itu.

Belajar dari pengalaman, banyak putra – putri terbaik Dana Mbojo yang memilih untuk tetap tinggal dan memajukan daerah orang lain, dari pada kembali ke tanah kelahirannya. Potensi sumber daya manusia terdidik asal dana Mbojo di Yogyakarta secara kuantitaf maupun kualitas sangat banyak. Artinya kesadaran untuk keilmuan itu semakin meningkat.

Tapi pertanyaan kritisnya adalah , dana Mbojo dengan segudang sumber daya manusia terdidiknya, malah saat ini mendapatkan predikat daerah yang masuk dalam zona merah (konflik dan radakilisme). Menurut jamil Pemerintah belum begitu banyak berperan dalam mengakomodir harapan-harapan putra- putri Mbojo, sehingga muncul gejolak-gejolak sosial.

Sementara itu, Perwakilan sesepuh Hj. Siti Aisyah Sahidu dalam sambutannya, sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan PUSMAJA – Yogyakarta, dan merasa bangga terhadap generasi muda yang tergabung dalam Pusmaja. Sebab, tidak hanya focus dengan kewajibannya sebagai mahasiswa, tapi juga merasa bertanggungjawab terhadap kemajuan dana Mbojo. “Saya bangga melihat putra dan putri Bima yang punya pemikiran maju seperti kalian ini,” pujinya.

Acara diskusi dipimpin Moderator, Firman mahasiswa S3 Fakultas Kedokteran UGM. Acara diskusi mulai pukul 13.00 WIB. Tampil sebagai pembicara pertama Wakil Ketua DPD RI Farouk Muhammad.

Dalam pemaparannya, putra asli Bima itu menyampaikan banyak hal terutama tugas DPD sebagai wakil dari daerah, dalam upaya memajukan daerah. Menurutnya DPD sudah banyak melakukan hal-hal yang bernilai positif untuk memperjuangkan kepentingan rakyat, diwakili dengan mendorong pemerintah dalam perbaikan dan pengembangan infrastruktur, seperti perbaikan jalan nasional, jalan wisata. Selain itu sudah mendorong pemerintah membangun tepung ikan di Sape, pabrik rumput laut di Wera dan pabrik Es di Kota Bima.

“DPD juga mendorong Pemerintah daerah untuk mengembangkan produksi bawang sebagai produk unggulan Bima,” tuturnya.

Menyinggung masalah perluasan bandara Muhammad Salahuddin Bima, Mantan Gubernur PTIK itu mengatakan sebenarnya sudah di goalkan, namun kendalanya Pemerintah Daerah yang tidak mampu menyelesaikan masalah sengketa tanah bandara.

Pembicara kedua, Muhammad Aditia AN. Salam, memaparkan hasil analisanya tentang potensi daerah Bima menjadi Kota yang bisa dikembangkan menjadi kota Smart City, dilihatnya bahwa Smart City merupakan kota cerdas yang mulai dibicarakan oleh masyarakat terutama di negara-negara besar. Smart City tidak harus dibangun oleh pemerintah melainkan bisa juga dilakukan masyarakat. Karena masyarakat cerdas merupakan tanggungjawab dari semua elemen yang ada.

Pertumbuhan manusia yang begitu cepat, mau tidak mau harus dipikirkan konsep pengelolaan kota, ditengah kemajuan teknologi informasi yang begitu cepat. Sehingga wacana kota cerdas atau Smart City itu menjadi topik yang sangat hangat. Pemanfaatan teknologi informasi adalah merupakan salah satu opsi yang harus digunakan dalam menghubungkan keberlangsungan masyarakat dengan segala aktifitasnya. Sehingga teknologi bisa bernilia positif dan bukan justru berdampak negatif dalam kehidupan masyarakat.

“Komponen utama penggunaan dalam membangun Smart City pertama, Smart Governance, Smart Economy, Smart Mobility, Smart Living, Smart Environment, Smart People. Penerapan konsep Smart City bisa saja dilakukan di Bima, mengingat potensi masyarakat Bima yang hampir semua sekolah dan cepat beradaptasi dengan teknologi dan informasi,” jelasnya.

*Eba (Penulis Anggota PUSMAJA)


Sumber: http://kahaba.net/citizen-journalism/29393/pusmaja-gelar-diskusi-publik-wakil-ketua-dpd-ri-dihadirkan.html

PUSMAJA Mbojo-Yogyakarta Hadirkan Senator Senayan

M. Jamil, S.H. saat menyampaikan sambutan.
Yogyakarta, PewartaNews.com – Pengurus Pusat Studi Mahasiswa Pascasarjana (PUSMAJA) Mbojo-Yogyakarta Periode 2015-2017 hadirkan senator senayan dalam agenda Dialog Publik yang diselenggarakan pada Hari Sabtu, 27 Februari 2016 jam 13.00-selesai di aula kantor Dewan Pimpinan Daerah Republik Indonesia Republik Indonesia (DPD RI) perwakilan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Tema yang diangkat dalam Dialog Publik tersebut yakni “Peran DPD RI dalam Medorong Pembangunan Daerah dan Mewujudkan Smartcity Bima untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat”, dengan menghadirkan pemateri yang berkompeten didalamnya yakni, pemateri pertama disampaikan oleh senator senayan Prof. Dr. Forouk Muhammad, S.H. (Wakil Ketua DPD RI Periode 2014-2019). Pemateri kedua yakni saudara Muhammad Aditia AN. Salam, ST., MBA (Prisiden Derektur PT. Gama Techno Indonesia). Kedua pemateri tersebut didampingi seorang moderator Firman, S.E., MPH. (Kandidat Doktor di Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada).

M. Jamil, S.H. mengatakan sudah begitu lama para mahasiswa Mbojo tidak bernostalgia dengan kehadiran tokoh nasional Prof. Dr. Farouk Muhammad, S.H. di Yogyakarta, dengan adanya acara yang diselenggarakan Pusat Studi Mahasiswa Pascasarjana (PUSMAJA) Mbojo-Yogyakarta melalui dukungan sesepuh Mbojo Yogyakarta ini, perlu dimanfaatkan dengan baik. “saya ucapkan selamat datang kepada ayahanda Prof. Farouk Muhammad, S.H. di kota gudek Yogyakarta, semoga dengan kehadiraanya saat ini menjadi wadah untuk berdiskusi panjang lebar terkait persoalan Mbojo saat ini,” ucap M. Jamil, S.H. pada 27 Februari 2016 di disela-sela acara berlangsung.

Lebih lanjut ketua umum Pusat Studi Mahasiswa Pascasarjana (PUSMAJA) Mbojo-Yogyakarta M. Jamil, S.H. mengatakan bahwasannya masyarakat Indonesia dewasa ini sudah sangat melek terhadap informasi, dengan perkembangan yang sedemikian cepat tersebut, pemerintah Mbojo, baik di Bima maupun Dompu perlu sigap menerimanya. “Oleh karenanya, hadirnya smartcity sangat perlu disambut baik oleh pemerintah Mbojo,” cetusnya.

Menarik jadi sorotan dalam pertemuan siang menjelang sore sabtu lalu, salah satu diantaranya adalah adanya pertanyaan salahsatu peserta diskusi terkait keterlibatan Prof. Dr. Farouk Muhammad, S.H. untuk memperjuangkan proses terbentuknya Provinsi Pulau Sumbawa (PPS). Sang senator dari Nusa Tenggara Barat tersebut menceritakan bahwasannya ia sangat mendukung terbentuknya PPS, ia juga pasang badan memperjuangkan PPS. “PPS terus diperjuangkan, dan masih dalam progress,” ucapnya.

Lebih lanjut Farouk Muhammad mengatakan, hadirnya lembaga perwakilan daerah penting untuk menengahi/mengimbangi kebijakan anggaran dan  pembangunan yang memihak pada daerah-daerah padat penduduk karena lebih banyak diwakili anggota DPR sebagai satu-satunya pemegang kekuasaan penentu anggaran. Kedua, ukuran kinerja dan prestasi lembaga perwakilan daerah tidak bisa dilihat (hanya) dari pemberitaan media, tapi pada peran dan kiprahnya dalam menjaga keseimbangan antarwilayah agar tidak terjadi ketimpangan pembangunan dan kemajuan.

Selain itu, lanjutnya Farouk, penataan sistem ketatanegaraan melalui perubahan kelima UUD 1945 adalah keniscayaan agar lembaga perwakilan daerah memiliki kewenangan yang lebih jelas dan kuat berdampingan dengan lembaga perwakilan rakyat agar sistem checks and balances antarkamar parlemen berjalan efektif bagi kepentingan nasional. Terlebih lagi terdapat Keputusan MPR RI Masa Jabatan 2009-2014 yang merekomendasikan, antara lain, penguatan MPR termasuk DPD. Nah sekarang akan diuji apakah partai politik yang wakil-wakilnya di MPR telah menyetujui rekomendasi tersebut akan meng”khianat”i keputusan tersebut atau secara “gentleman” tetap mendukung penguatan DPD.

Muhammad Aditia AN. Salam mengatakan bahwasannya smartcity merupakan istilah yang artinya “kota cerdas” yang mulai dibicarakan oleh masyarakat terutama di negara-negara besar. Smartcity tidak harus dibangun oleh pemerintah melainkan bisa juga dilakukan masyarakat biasa. Karena masyarakat cerdas merupakan tanggunjawab dari semua elemen yang ada. Pertumbuhan manusia yang begitu cepat mau tidak mau harus dipikirikan konsep dalam pengelolaan kota ditengah kemajuan teknologi informasi yang begitu cepat progresnya. Sehingga wacana kota cerdas atau smartcity itu menjadi topik yang sangat hangat. Pemanfaatan teknologi informasi adalah merupakan salah opsi yang harus digunakan dalam menghubungkan keberlangsung masyarakat dengan segala aktifitasnya. Sehingga teknologi bisa bernilia positif dan bukan justru berdampak negatif dalam kehidupan masyarakat. Keberadaan internet sebagai penyidia jasa informasi dengan pemanfaatan teknologi semakin gencar dibicarakan. Komponen utama penggunaan dalam membangun smartcity yakni pertama, smaart governance (pemerintahan cerdas), smart economy (ekonomi cerdas), smart mobility, smart living, smart environment, smart people. Penerapan konsep smarcity bisa saja dilakukan di Bima mengingat potensi masyarakat Bima yang hampir semua sekolah dan cepat beradaptasi dengan teknologi dan informasi. Tidak hanya bandung, surabaya, jakarta, besar harapannya untuk berkontribusi dan mendukung Bima sebagai bagian dari daerah yang akan merancang dan menerapkan smartcity. “Semoga direspon dengan baik oleh pemerintah daerah sebagai pengambil kebijakan,” bebernya.

Peserta sangat antusias dalam dialog tersebut, terbukti dengan adanya interaksi yang intens antara para peserta dan pemateri. Acara dihadiri oleh 160 peserta yang terdiri dari S1, S2 dan S3 yang berasal dari mayoritas mahasiswa Mbojo yang berada di Yogyakarta, selain mahasiswa Mbojo dihadiri juga oleh mahasiswa Lombok, dan luar NTB.



Turut hadir dalam acara tersebut, Drs. H. A. Hafidh Asrom, M.M. anggota DPD RI perwakilan DIY, Ketua KEPMA Bima-Yogyakarta Arif Rahman. Selain itu, hadir sesepuh Mbojo Yogyakarta yang merupakan orang-orang Hebat dari berbagai Profesi di Daerah Istimewa Yogyakarta. Diantaranya, Bukhari, S.T., dr. Sitti Noor Zaenab, M.Kes., dr. Sitti Aisyah Sahidu, SU., M.Kes., Dra. Siti Alfajar, M.Si., Prof. A Salam, dr. Muchdar, Dr. Mujib, dan lain sebagainya. [MJ / PewartaNews]


Sumber: http://www.pewartanews.com/2016/02/pusmaja-mbojo-yogyakarta-hadirkan.html


PUSMAJA Gelar Diskusi Dinamika Keilmuan Mahasiswa Mbojo di Yogyakarta

Suasana saat Penyampaian Materi.
Yogyakarta, PewartaNews.com – Suasana cuaca malam yang cerah dilangit kota Yogyakarta. Bersamaan itu, pengurus Pusat Studi Mahasiswa Pascasarjana (PUSMAJA) Mbojo-Yogyakarta Periode 2015-2017 menyelenggarakan Kajian Rutin pada Hari Sabtu, 20 Februari 2016 jam 20.00-selesai di Aula Asrama Mahasiswa “Putra Abdul Kahir” Bima Yogyakarta.

Tema yang diangkat dalam pertemuan ilmiah ini yakni “Meneropong Dinamika Keilmuan  Mahasiswa Dana Mbojo di Yogyakarta”, dengan menghadirkan pemateri yang berkompeten didalamnya yakni, pemateri pertama disampaikan oleh Syahrul Ramadhan, S.Pd., M.Pd. (Eks Ketua Umum PUSMAJA Mbojo-Yogyakarta / Kandidat Doktor pada Universitas Negeri Yogyakarta). Pemateri kedua yakni saudara Iskandar, S.Sos. (Mahasiswa Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta).

Ketua Umum  Pusat Studi Mahasiswa Pascasarjana (PUSMAJA) Mbojo-Yogyakarta saudara M. Jamil, S.H. mengatakan, “Kota Yogyakarta dikenal sebagai kota pelajar, apakah saat ini budaya-budaya keilmuan yang melekat di kota Yogyakarta masih tetap ada atau sebaliknya? Oleh karenanya, inilah yang perlu kita diskusikan agar lebih terang suatu masalahnya, kalau ada persoalan maka kita bisa tahu cara untuk mengatasinya,” ucap M. Jamil, S.H. dalam sambutannya.

Dalam Konteks sejarah, Syahrul Ramadhan mengatakan bahwa mahasiswa dana Mbojo yang melanjutkan studinya di DIY tempo dulu, Pemuda/i yang dating benar-benar selektif, yakni hanyalah orang yang benar-benar ingin serius menuntut ilmu. Lain dengan kondisi saat ini, hampir semua kalangan sudah menginjak bangku kuliah. ditambah dilema kampus: pergeseran kebijakan oleh pihak kampus 70% kuliah. “Mahasiswa yang datang kuliah dulu sudah beda kondisinya dengan mahasiswa sekarang,” beber Syahrul.

Sementara Iskandar mengatakan ada 2 tipe mahasiswa dewasa ini, diantaranya tipe tradisional dan tipe organik. “Pada tipe tadisional, mahasiswa kecenderungan hanya memenuhi kebutuhan materi: uang, harta: rumah dan lain-lain. Pada tipe organik, mahasiswa memandang bahwa dunia akademis bukan hanya tampak pada dunia materi tapi sebenarnya sarana pergulakan budaya, ekonomi, pendidikan dan politik” ucap Iskandar.

Antusias para peserta sangat diskusi sangat tinggi, terbukti 50 orang peserta memadati ruang aula asrama,pesertanya yang terdiri dari berbagaimacam lembaga dibawah naungan KEPMA dan IKPM Dompu. Interaksi dua arah pun terjadi antara peserta dan pemateri.

Usai panjang-lebar melewati rangkaian diskusi ternyata telah ditemukan benang merah untuk meminimalisir persoalan-persoalan yang muncul. Itu diakui juga oleh Ketua Umum PUSMAJA Mbojo-Yogyakarta. “Semua dari runutan persoalan yang ada, salahsatu untuk meminimalisirnya adalah memfasilitasi wadah-wadah pertemuan ilmiah, agar tidak ada lagi waktu yang terbuang sia-sia, ini yang akan coba jadi komitmen PUSMAJA pada periode ini, yakni akan selalu membuat wadah-wadah pertemuan ilmiah semacam ini, mudah-mudahan niatan seperti ini selalu terus kita ingat, agar mahasiswa-mahasiswa Mbojo (Bima dan Dompu) lebih baik lagi,” ucap M. Jamil, S.H. usai diskusi berlangsung.

Pada kesempatan itu, hadir juga diantaranya Sekretaris PUSMAJA Mbojo-Yogyakarta saudara Andri Ardiansyah, Bendahara PUSMAJA Mbojo-Yogyakarta saudari Erni Yustissiani, bang Haerudin, bang Rimawan, Ketua KEPMA saudara Arif Rahman, Ismail Aljihadi, dan para peserta yang lainnya. [MJ / PewartaNews]

Suasana saat diskusi berlangsung.


PUSMAJA Mbojo-Yogyakarta Resmi Luncurkan Website

Ashadi dan Nawassyarif saat peluncuran website.
Yogyakarta, PewartaNews.com – Pengurus Pusat Studi Mahasiswa Pascasarjana (PUSMAJA) Mbojo-Yogyakarta meluncurkan website resmi dengan nama “www.pusmajambojojogja.or.id” pada hari Sabtu, 2 Januari 2016 di Gedung Kuliah GKT 102 Kampus STIE YKPN, Seturan Yogyakarta.

Secara simbolis peluncuran website diresmikan oleh salahsatu senior Pusat Studi Mahasiswa Pascasarjana (PUSMAJA) Mbojo-Yogyakarta yakni Ashadi, SKM. “Dengan saya membalikkan kertas bergambar website ini, maka dengan ini website www.pusmajambojojogja.or.id telah resmi diluncurkan,” ucap Ashadi, SKM. diikuti oleh riuk-riuk tepuk tangan dari seluruh hadirin.

Peluncuran website dipresentasikan oleh Nawasyarif, S.Pd. sebagai koordinator bidang Humas, Media dan Publikasi pengurus Pusat Studi Mahasiswa Pascasarjana (PUSMAJA) Mbojo-Yogyakarta Periode 2015-2016. “Dengan adanya website PUSMAJA harapannya lebih mempermudah penyaluran aspirasi para anggota PUSMAJA,” ungkap Nawassarif, S.Pd.

Ketua umum PUSMAJA Mbojo-Yogyakarta beberapa agenda inti yang akan dilaksanakan satu periode kedepan. “Ada beberapa agenda inti yang insya Allah akan dilaksanakan pada periode 2015-2016, diantaranya, pembuatan website PUSMAJA, penerbitan buku serta penerbitan Jurnal Ilmiah. Roh yang mendasar adalah tiga point penting tersebut, mudah-mudahan agenda yang dicanangkan tersebut bisa dimudahkan dalam pelaksanaannya. Aamiin. Kalau pun ada agenda-agenda yang lain yang ingin dicanangkan, maka akan lebih memfokuskan untuk mendukung program-program inti tersebut, semisalnya ingin mengadakan pelatihan-pelatihan serta kajian-kajian rutis, pengajian, maupun beragam bakat dan minat yang disalurkan, pada ending akhirnya diharapkan program pendukung tersebut menguatkan kecerdasan dan kemahiran para anggota PUSMAJA untuk menuangkan gagasan-gagasannya dalam bentuk tulisan. Tulisan tersebut baik disalurkan melalui website maupun dituangkan kedalam buku atau Jurnal Ilmiah. Alhamdulillah pembuatan website telah dilaksanakan,” beber M. Jamil, S.H. disela-sela acara berlangsung.

Acara ini, selain Peluncuran Website “www.pusmajambojojogja.or.id” juga dirangkaikan dengan pelantikan dan Diskusi Publik dengan mengangkat tema “Menjawab Kekhawatiran Dana Desa, Kepemimpinan Transformasional dan Karakteristik Kepribadian”, dengan menghadirkan para pemateri yang berkompeten diantaranya,  Dr. Efraim Ferdinand Giri, M.Si.,Ak.CA., Dra. Siti Alfajar, M.Si., dan Firman, SE., MPH., serta didampingi oleh seorang moderator yakni Muhammad Al-Isyar, SKM. [MJ / PewartaNews]

Sumber: http://www.pewartanews.com/2016/01/pusmaja-mbojo-yogyakarta-resmi.html


Ayahku

Ayahandaku Usman Hadrah (alm)

M. Jamil Resmi Menahkodai PUSMAJA Mbojo-Yogyakarta

M. Jamil, S.H.
Yogyakarta, PewartaNews.com – Pusat Studi Mahasiswa Pascasarjana (PUSMAJA) Mbojo-Yogyakarta pada tanggal 29 Oktober 2015 melangsungkan Musyawarah Besar (MUBES) di Aula Asrama Mahasiswa Bima Putra Abdul Kahir-Yogyakarta.

Sebagai pengetahuan, lahirnya PUSMAJA Mbojo-Yogyakarta bertujuan sebagai wadah studi ilmu pengetahuan yang akan mengokohkan kompetensi  Civitas Akademika Mahasiswa Pascasarjana Mbojo (baik kabupaten Bima, kota Bima dan kabupaten Dompu) yang notabene kuliah S2 dan S3 di kota gudeg Yogyakarta.

MUBES dilakukan sebagai ajang proses regenerasi kepengurusan dari kepengurusan yang lama menuju kepengurusan yang baru. Prosesi semacam ini tiap akhir periode pasti diadakan.

Prosesi diawali dengan pembukaan yang langsung dibuka oleh sesepuh Bima yang ada di Yogyakarta yaitu ibu Aisyah Sahidun dan dilanjutkan dengan pembahasan tatib, LPJ kepengurusan periode 2014-2015, pembahasan Anggaran Dasar (AD)/Anggaran Rumah Tangga (ART) dan rekomendasi, serta proses pemilihan ketua PUSMAJA Mbojo-Yogyakarta yang baru.

Rangkaian kegiatan MUBES dimulai dari jam 10 pagi dan berakhir sekitar jam 16.00 sore berjalan dengan sangat lancar, dan terpilihlah saudara M. Jamil, S.H. sebagai Ketua Umum Pusat Studi Mahasiswa Pascasarjana (PUSMAJA) Mbojo-Yogyakarta yang baru untuk masa bakti 2015-2016. “dengan ini resmi terpilih saudara M. Jamil, S.H. sebagai ketua umum PUSMAJA Mbojo-Yogyakarta periode 2015-2016” ungkap Ainun Fitriani saat memimpin sidang pemilihan ketua PUSMAJA Mbojo-Yogyakarta dalam MUBES.

Terpilihnya M. Jamil, S.H. sebagai ketua Pusat Studi Mahasiswa Pascasarjana (PUSMAJA) Mbojo-Yogyakarta Periode 2015-2016 yang baru yakni menggantikan ketua umum lama yang dipimpin saudara Syahrul Ramadhan.

Pada saat menyampaikan laporan pertanggungjawaban kepengurusan periode 2014-2015, ketua demisioner PUSMAJA Mbojo-Yogyakarta juga menyampaikan terimakasih kepada berbagai pihak. “saya ucapkan terimakasih kepada pengurus PUSMAJA Mbojo-Yogyakarta periode 2014-2015, seperti saudara Aris, Irul, Cum, Nisa, Ian, Ayn dan teman-teman lainya yang sudah senantiasa membantu. Terimakasih pula buat senior-senior yang senantiasa memberikan arahan, semisal pak Firman, bang Dedi, baba Ashadi, pak Eba, Om Wildan, pak Arif, dan lain-lain. Terimakasih juga buat panitia MUBES yang sudah bekerja dengan luar biasa,” ucap Syahrul Ramadhan, S.Pd., M.Pd.

Usai rangkain acara MUBES juga tak lupa ketua demisioner PUSMAJA Mbojo-Yogyakarta mengucapkan selamat kepada ketua baru PUSMAJA Mbojo-Yogyakarta yang terpilih. Trakhir, saya ucapkan selamat kepada saudara M. Jamil, S.H. (S2 UGM) yang telah terpilih sebagai ketua PUSMAJA Mbojo-Yogyakarta periode 2015-2016, semoga bisa amanah dan lebih baik dari kepengurusan sebelumnya. Sukses terus untuk PUSMAJA dan kita semua”, cetus Syahrul.

“Terimakasih yang tak terhingga saya ucapkan kepada seluruh warga Pusat Studi Mahasiswa Pascasarjana (PUSMAJA) Mbojo-Yogyakarta yang telah mengamanahkan saya sebagai ketua umum PUSMAJA Mbojo-Yogyakarta periode 2015-2016. Mohon do’a dan restu dari semua pihak agar saya dapat mengemban amanah ini dengan baik dan menjadikan PUSMAJA Mbojo-Yogyakarta lebih dikenal luas serta membawa kemanfaatan bagi semua orang, baik untuk anggota PUSMAJA Mbojo-Yogyakarta, secara keseluruhan warga Bima di Yogyakarta, kampung halaman kita tercinta (Bima, Kota Bima dan Dompu), maupun bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.”  Beber M. Jamil, S.H. selaku ketua terpilih PUSMAJA Mbojo-Yogyakarta. [MJ / PewartaNews]

Foto PUSMAJA Mbojo-Yogyakarta usai MUBES berlangsung.

Sumber: Pewartanews

 
Copyright © 2015 M. Jamil, S.H.. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by www.phylopop.com